Kritik Sanad: Ittisal Al-Sanad, Jarh Wa Ta'dil, Dan Kredibilitas Perawi
DOI:
https://doi.org/10.31004/pijarwiyata.v1i2.19Keywords:
Kritik Sanad, Ittisal al-Sanad, Jarh wa Ta‘dil, Kredibilitas Perawi, Ilmu HadisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritik sanad dalam ilmu hadis, khususnya mengenai ittisal al-sanad, jarh wa ta‘dil, dan kredibilitas perawi, serta menjelaskan keterkaitan ketiga aspek tersebut dalam menentukan kualitas periwayatan hadis. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemeriksaan sanad untuk memastikan bahwa hadis yang dijadikan sebagai sumber ajaran Islam memiliki jalur periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan artikel jurnal ilmiah dan literatur yang relevan dengan pembahasan kritik sanad hadis. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, pengelompokan, dan penafsiran informasi sesuai dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ittisal al-sanad berfungsi untuk memeriksa kesinambungan hubungan periwayatan antara seorang perawi dengan perawi sebelumnya. Sementara itu, jarh wa ta‘dil digunakan untuk menilai keadaan dan kualitas perawi berdasarkan penilaian yang sesuai dengan kaidah ilmu hadis. Adapun kredibilitas perawi berkaitan dengan aspek keadilan (‘adalah) dan ketelitian (dhabt) dalam menerima, menjaga, serta menyampaikan hadis. Ketiga aspek tersebut memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat digunakan secara terpisah dalam menentukan kualitas suatu riwayat. Selain itu, pemeriksaan sanad perlu memperhatikan kemungkinan adanya kejanggalan (syudzudz) dan cacat tersembunyi (‘illat) yang dapat memengaruhi penilaian terhadap hadis. Berdasarkan hasil kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kritik sanad merupakan proses penting yang membutuhkan ketelitian, kehati-hatian, dan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemahaman terhadap ittisal al-sanad, jarh wa ta‘dil, dan kredibilitas perawi dapat membantu peneliti maupun mahasiswa memahami dasar penilaian kualitas hadis secara lebih terarah. Dengan demikian, penerapan metode kritik sanad berdasarkan kaidah ilmu hadis diperlukan agar penilaian terhadap suatu riwayat memiliki dasar keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keywords: Kritik Sanad, Ittisal al-Sanad, Jarh wa Ta‘dil, Kredibilitas Perawi, Ilmu Hadis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Manshur, Shofa Nur Farihatuts Tsalitsah, Siti Nur Faizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



